Penyebar Hoax Gereja Duren Sawit Berujung Tersangka

banner 160x600
banner 468x60

Di tengah serentetan teror bom bunuh diri di Jawa Timur, pria berinisial MIA (25) menyebar hoax adanya teror bom di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur. Dia pun ditangkap polisi dan ditetapkan tersangka.

Dilansir detik.com, Senin (14/5) pukul 08.00 WIB petugas Polsek Duren Sawit menerima panggilan telepon yang menyebut ada sebuah mobil yang melempar benda mencurigakan ke area gereja. Polisi pun langsung bergerak ke lokasi.

Di saat bersamaan, di media sosial beredar potongan video yang banyak di-share atau dibagikan. Video itu menggambarkan aksi teror yang dilakukan tiga orang perempuan bercadar. Satu orang perempuan dewasa dan dua anak perempuan terlihat berjalan ke parkiran motor dan kemudian terjadi ledakan.

Keterangan yang menyertai video itu menyebutkan peristiwa tersebut terjadi di salah satu gereja yang ada di Duren Sawit.

Begitu tiba di Gereja Santa Anna di Jalan Laut Arafuru Blok A7 No 7, Duren Sawit, Jakarta Timur, polisi langsung melakukan sterilisasi. Tim Gegana menyisir lokasi untuk memastikan ada tidaknya bom.

Polisi berjaga di kawasan Gereja Santa Anna Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018). Polisi berjaga di kawasan Gereja Santa Anna Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018). Foto: Agung Pambudhy/detikFoto

Penyisiran dipimpin Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana dan Kapolsek Duren Sawit Kompol Tumpak Halomoan Simatupang. Suasana di lokasi mencekam karena teror bom ini.

Penyisiran selesai dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah menyisir hingga setiap sudut gereja, polisi memastikan teror bom ini hanyalah hoax alias kabar bohong.

Kompol Tumpak menceritakan, pukul 08.00 WIB Polsek Duren Sawit menerima telepon dari seseorang mengaku satpam Gereja Santa Anna. Orang tersebut mengaku melihat ada orang dari mobil Avanza melempar tas warna hitam ke gereja. Dalam perjalanan mereka juga menerima telepon yang mengaku polisi menyatakan hal senada.

Polisi Jaga Gereja Santa Anna Polisi Jaga Gereja Santa Anna Foto: Agung Pambudhy/detikFoto

Polisi tak main-main atas kasus penyebaran hoax yang meresahkan ini. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra langsung memerintahkan jajarannya melakukan pengusutan.

Polisi tak butuh waktu lama meringkus pelaku. Selasa (15/5) pagi polisi menyatakan penyebar hoax bom di Gereja Santa Anna ini sudah ditangkap dan diperiksa.

Pria berinisial MIA (25) ini kemudian ditetapkan sebagai tersangka karena menyebar hoax soal teror bom di Gereja Santa Anna. Tak main-main, polisi menetapkan pasal berlapis kepada MIA. MIA terancam pidana maksimal penjara seumur hidup.

"Pasal 45 jo Pasal 29 UU No 19/2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Kita tetapkan pasal berlapis. Di samping itu, kita terapkan UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Teroris pasal 6 dan Pasal 7 dengan ancaman hukuman bisa capai 20 tahun, bahkan seumur hidup," kata Kombes Tony.

Kombes Tony mengatakan tersangka menebar isu bom lewat telepon dan dari rumahnya. Motifnya hanya iseng. Gereja Santa Anna menjadi sasaran isu bom karena tersangka mengaku sering berada di lokasi itu.

Kombes Tony menyebut, tersangka bekerja serabutan. Tersangka baru sekali melakukan tindakan ini dan belum pernah terjerat kasus lain.

"Dia kadang driver, kadang penelepon gelap karena kerjaan tidak tetap, makanya iseng. Mungkin kalau dia punya pekerjaan tetap, dia akan fokus pekerjaannya itu," kata Kombes Tony.

Polisi jumpa pers penangkapan MIA pelaku hoax gereja Duren SawitPolisi jumpa pers penangkapan MIA pelaku hoax gereja Duren Sawit Foto: Ibnu

Kombes Tony menambahkan, kasus ini harus jadi pelajaran bagi masyarakat. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang menyebar info hoax karena ada ancaman pidana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono juga menyatakan hal senada. Dia menyoroti banyaknya informasi hoax beredar di media sosial terkait serangan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Kombes Argo mengingatkan saat ini Tim Cyber Polda Metro melakukan pemantauan di media sosial. Mereka siap menindak tegas para pelaku penyebar hoax.

Ditambahkan Argo, dirinya juga mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi-informasi terkait teror bom yang belum pasti kebenarannya. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan foto-foto korban ataupun pelaku teror di media sosial.

Kombes Argo menyebut, Tim Cyber Polda Metro Jaya bekerja 24 jam untuk mengawasi berita-berita di media sosial. Pihaknya akan menindak penyebar berita hoax yang menimbulkan keresahan masyarakat.

"Masyarakat tentu diharapkan tidak menyebarkan berita hoax tentang teror bom ini, karena kita punya tim yang akan melakukan penindakan," tuturnya.

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Penyebar Hoax Gereja Duren Sawit Berujung Tersangka"